Pukul 0.08 wib ketika aku menuliskan cerita pertama ini, cerita tentang gadis insomnia yang melukiskan hidupnya pada sebuah kanvas setinggi 2 meter yang terasa mustahil, yang bila dibayangkan hasil akhirnya adalah sebuah kanvas dengan gambaran yang coretannya menyakitkan. Hidupnya memang tak semulus yang dia mau, karena hidup muluspun terlampau sempurna dan terasa mustahil. Bagi orang lain dia adalah gadis yang terlihat sombong dan berhati dingin, sosok sombong sekuat baja tanpa memiliki kerapuhan seperti yang dimiliki kayu.
Padahal goresan lukanya terlampau banyak seperti pohon karet yang penuh sayatan, terlihat menyakitkan. didunia ini ada beberapa kata yang baginya omong kosong belaka seperti kata SAHABAT. ya... gadis ini tidak percaya akan kata sahabat yang bermakna indah dan kuat karena dia selalu mendapatkan pengkhianatan ketika dia menyematkan kata itu pada seseorang yang sudah dianggapnya berharga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar